1_407812392l.jpg

Antara PEMENANG dan PECUNDANG..... mo pilih mana...??

by Culasatu
pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

pemenang selalu punya program;
pecundang selalu punya kambing hitam.

pemenang selalu berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda";
pecundang selalu berkata, "Itu bukan pekerjaan saya";

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, "itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa";
Pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit".

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, "saya salah";
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "itu bukan salah saya".

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu";
Pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan".

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.

Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.

Pemenang menganut filosofi empati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda";
Pecundang menganut filosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".

Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang...
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang ...

Korelasi antara ML dan Ngupil...!! hahaha....

by, culasatu
Diambil dari Milis sebelah.....

Mmm... Ternyata ada juga lo hubungan yang signifikan antara ML (making love) dan Ngupil!!

1. Apa bener ML itu enak banget ?
—- Sensasinya lebih kurang sama waktu kamu ngupil pake jari kamu…

2. Kenapa cewek lebih menikmatinya ?
—- Waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak kan hidung kamu dan bukan pada jari kamu

3. Kenapa cewek benci banget (amit-amit jabang bayi) kalo mereka
diperkosa ?
—– Apa kamu senang kalau ada orang asing ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… (?)

4. Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau ML waktu lagi datang bulan ?
—– Kalo hidung kamu berdarah, apa kamu masih pengen ngupil… (?)

5. Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya. Bener apa nggak sih ?
—– Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, kamu semakin puas apa nggak… (?)

6. Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka ML ?
—— Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan… (?)

7. Tambahin Ndiri deh... !! (Kalo ADA!!)

Kesimpulan :
Buat yg belum menikah, kalo lagi pengen ML tapi ngga ada penyaluran,
mendingan Ngupil aja dulu… hehehe...

KONSERVASI BADAK UJUNG KULON

Rhinoceros Sondaicus (bukan Rhinocerus Javaicus) yang secara harfiah berarti Badak Sunda yang bercula satu dan satu-satunya di dunia yang berada di Ujung Kulon ramai dibicarakan. Banyak pihak menentang keras atas wacana yang dikemukakan pihak World Wide Foundation (WWF) tentang rencana untuk membuat 2nd population/habitat atau habitat kedua di luar Banten. Reaksi ini tentu dapat dimaklumi, mengingat Badak Ujung Kulon selama ini sudah menjadi icon (ciri khas) masyarakat Banten, terlebih lagi bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Konon - sebagaimana diakui pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) - akurasinya belum bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, populasi salah satu jenis hewan langka di dunia itu kini jumlahnya hanya sekitar 64 ekor. Mengingat pihak BTNUK belum memiliki teknologi yang canggih, maka metode yang dipakai untuk mengetahui populasinya dilakukan dengan menghitung jejak langkah kaki berdasarkan ukurannya serta kotorannya saja.

Hal ini memicu banyak pertanyaan publik ; memangnya badak itu masih ada? Jangan-jangan kita hanya meributkan sesuatu yang tidak jelas? Demikian kira-kira diantara pernyataan yang muncul, sebagaimana juga muncul dari ketua Indonesian Tourism Club dalam seminar masa depan pariwisata Banten yang diselenggarakan Litbang Radar Banten (29/8). Disini pihak terkait memang perlu menjelaskan kepada publik secara resmi. Namun untuk megurangi rasa penasaran melalui pertanyaan publik di atas, penulis nyatakan bahwa badak Ujung Kulon masih ada. Salah satu bukti bahwa badak itu masih ada, pada pertengahan Juni yang lalu petugas WWF sempat merekam seekor badak yang sedang berendam di salah satu bibir pantai Ujung Kulon dengan durasi sekitar 4 menit yang diperlihatkan di ajang diskusi konservasi badak di carita pada tanggal 22 Agustus yang lalu.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang terkategorikan sebagai salah satu world heritage site/situs peninggalan dunia, disebut-sebut sebagai kawasan yang kini terancam, khususnya ancaman kepunahan badak yang dalam tradisi lisan Baduy disebut Si Putri itu. WWF menyebutkan beberapa ancaman dimaksud, diantaranya: pertama, bencana alam gempa tektonik yang berpusat di sekitar pulau Panaitan yang memungkinkan melahirkan tsunami serta ancaman letusan anak gunung Krakatau; kedua, banyaknya tanaman langkap (sejenis palem) yang mengakibatkan berkurangnya rumput pakan badak; ketiga, keberadaan banteng yang sudah over population dan menguasai pakan badak; keempat, perubahan iklim, dimana pemanasan global saat ini sudah mencapai 0,8 dari 2o yang menjadi batas toleransi, termasuk perubahan vegetasi.

Sejarah

Di Indonesia, badak Sunda dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Di Sumatera saat itu badak Sunda tersebar di Aceh sampai Lampung. Di Pulau Jawa, pernah tersebar luas di seluruh Jawa, dan kini hanya terdapat di Ujung Kulon, Banten. Pada tahun 1833 masih ditemukan di Wonosobo, 1834 di Nusakambangan, 1866 di Telaga Warna, 1867 di Gunung Slamet, 1870 di Tangkuban Perahu, 1880 di sekitar Gunung Gede Pangrango, 1881 di Gunung Papandayan, 1897 di Gunung Ceremai dan pada tahun 1912 masih dijumpai di sekitar daerah Karawang. Frank pada tahun 1934 telah menembak seekor badak Sunda jantan dari Karangnunggal di Tasikmalaya, sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Menurut catatan merupakan individu terakhir yang dijumpai di luar daerah Ujung Kulon.

Pada tahun 1910 badak Sunda sebagai binatang liar secara resmi telah dilindungi Undang-Undang oleh Pemerintah Hindia Belanda, sehingga pada tahun 1921 berdasarkan rekomendasi dari The Netherlands Indies Society for Protection of Nature, Ujung Kulon oleh pemerintah dinyatakan sebagai Cagar Alam. Keadaan ini masih berlangsung terus sampai status Ujung Kulon diubah menjadi Suaka Margasatwa di bawah pengelolaan Jawatan Kehutanan dan Taman Nasional pada tahun 1982.

Di Ujung Kulon populasi badak pada tahun 1937 ditaksir ada 25 ekor (10 jantan dan 15 betina), dan pada tahun 1955 ada sekitar 30-35 ekor. Pada tahun 1967 di Ujung Kulon pertama kalinya diadakan sensus badak Sunda yang menyebutkan populasinya ada 21-28 ekor. Turun naiknya populasi badak selain adanya kelahiran anak, juga dipengaruhi oleh adanya perburuan. Setelah pengawasan yang ketat terhadap tempat hidup badak, populasi badak Sunda terus meningkat hingga kira-kira 45 ekor pada tahun 1975. Menurut hasil sensus sampai tahun 1989 diperkirakan tinggal 52-62 ekor. Sensus pada Nopember 1999 yang dilaksanakan oleh TNUK dan WWF diperkirakan 47 - 53 ekor.

Badak Sunda mungkin merupakan mamalia besar paling langka di dunia dimana hanya 50 - 60 yang bertahan hidup di seluruh dunia. Terlepas dari segelintir individu di Taman Nasional Cat Tien di Vietnam, keseluruhan populasi di dunia hanya dijumpai di satu lokasi: Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten. Tidak heran hewan ini tercantum sebagai Yang Sangat Terancam dalam IUCN Red List of Threatened Species [Daftar Merah Spesies Yang Terancam dari IUCN]. Perburuan badak bercula-satu ini secara keseluruhan berhenti di tahun 1990-an, tetapi pelanggaran terhadap hak atas hutan dan ekstraksi ilegal di seputar taman menimbulkan ancaman yang berlangsung terus-menerus .

PERTUMBUHAN POPULASI BADAK JAWA DI SEMENANJUNG UJUNG KULON
DARI DATA HASIL SENSUS (1967 - 1993)

Tahun

Minimum

Maksimum

Rata-rata

Sumber

1967

21

28

24.5

Schenkel & Schenkel (1969)

1968

20

29

24.5

idem

1969

22

34

28.0

PPA

1970

-

-

---

tidak ada sensus

1971

33

42

37.5

PPA

1972

40

48

44.0

PPA

1973

38

46

42.0

PPA

1974

41

52

46.5

PPA

1975

45

54

49.5

PPA

1976

44

52

48.0

PPA

1977

44

52

48.0

PPA

1978

47
46

57
55

52.0
50.5

PPA
Amman (1980)

1979

-

-

---

tidak ada sensus

1980

54
57

62
66

58.0
61.5

PPA
Amman (1980)

1981

51
54

77
60

64.0
57.0

PPA
Sadjudin, dkk (1981)

1982

53

59

56.0

PPA

1983

58

69

63.5

PPA

1984

50

54

52.0

Sadjudin & PHPA (1984)

1985





1988

-

-

---

tidak ada referensi

1989

52

62

57.0

Santiapillai, dkk (1989)

1993

35

58

47.0

Griffiths (1993)

Sumber : Strategi Konservasi Badak Indonesia - Dirjen PHPA Dephut RI (1994)

Sensus terakhir dilaksanakan tahun 2003 yang melibatkan 70 personel berasal dari BTNUK, WWF, LSM internasional dan lokal, Lembaga Ekologi Universitas Padjadjaran, dan masyarakat sekitar Desa Ujung Jaya serta Tanjung Jaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah penghitungan jejak transek atau jalur pengamatan bersifat permanen yang berada pada 15 lintasan badak. Melalui metode itu dilakukan pengukuran tapak kaki sehingga dapat diketahui ada tidaknya pertambahan populasi.

Metode transek digabungan dengan hasil pengamatan yang dilakukan tim Rhinoceros Monitoring and Protection Unit (RMPU). Tim permanen ini bertugas mencatat temuan badak, baik secara langsung maupun hanya berupa tanda keberadaannya yang ditunjukkan dengan jejak, kotoran, kubangan, air kencing, dan bekas makanan. Data di BTNUK menunjukkan, trend perkembangbiakan badak Sunda mengalami pertumbuhan turun naik. Puncak populasi tertinggi tercatat pada 1981, 1982 dan 1984 dengan jumlah 63 ekor. Habitat badak Sunda tersebar pada areal seluas 38.543 hektare di kawasan tertutup Semenanjung Ujung Kulon.

Wacana 2nd Population

2nd population (populasi kedua) Badak Ujung Kulon sebenarnya merupakan gagasan yang digulirkan pihak WWF sejak tahun 1995. Yakni gagasan tentang kemungkinan untuk membantu perkembang biakan (penambahan habitat) badak. Dengan cara mengambil sepasang badak pilihan, yang atas dasar kajian ilmiah merupakan bibit unggul.

Pemikiran dimaksud dijabarkan dalam beberapa tahapan diantaranya dengan melakukan kajian untuk memilih/menetapkan habitat yang sesuai; pemilihan individu yang cocok sebagai founder (berdasarkan DNA); proses adaptasi, yakni dilokalisir sebelum dipindahkan; proses pemindahan; dan pemantauan pasca pemindahan. Pemilihan habitat baru ini sendiri terdiri dari 13 ktireria yang ideal. Sedangkan kandidat lokasi yang disebutkan adalah Taman Nasional Gunung Halimun Gunung Salak (TNGHS) seksi Lebak, Taman Nasional Berbak – Westlands International di Jambi dan Rimba Harapan – Birdlife di Jambi. Namun survey yang sudah dilakukan 2 tahun terakhir baru di TNGHS dengan para ilmuwan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sedangkan TN Berbak dan Rimba Harapan baru mengandalkan data sekunder dari Birdlife, rapid assessment.

Pemilihan founder sendiri akan didasarkan pada informasi genetik yang akan membangun kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Columbia University serta memanfaatkan para ahli translokasi dari India dan Nepal. Adapun dalam proses adaptasi, pihak WWF menyebutkan fasilitas semi-captive dan pemantauan kesehatan yang intens serta melihat kemampuan adaptasi/seleksi. Sedangkan dalam proses pemindahan hal yang harus dipersiapkan adalah capture (bius atau perangkap), togging / radio collar serta transportasi dari lokasi ke fasilitas adaptasi dan transportasi dari fasilitas adaptasi ke habitat yang baru. Dalam perencanaan disebutkan juga pemantauan pasca pemindahan, diantaranya protocol pemantauan kesehatan, pemantauan perilaku, rapid response unit di habitat baru, pemantauan home range dan pola makan.

Jika gagasan tadi direalisasikan, bisa dibayangkan betapa banyaknya waktu, biaya, tenaga dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan. Sebab itu belum termasuk bagaimana melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar habitat baru. Pertanyaan yang paling mendasar adalah, siapa yang menjamin bahwa sepasang badak itu akan selamat, aman dan mampu berkembang biak sebagaimana yang diinginkan?

Tentu saja gagasan tersebut diharapkan sesuatu yang tulus dengan niatan menjalankan amanah Tuhan untuk menjadi rahmatan lil’alamin (dalam hal ini menyelematkan Badak dari kepunahan) dan bukan sebagai project oriented.

Solusi Alternatif

Seperti diungkapkan di awal, gagasan WWF langsung mendapat reaksi keras dari masyarakat Banten termasuk pemerintah daerah setempat. Berita ini sempat mewarnai beberapa media cetak dan elektronik. Secara umum semuanya menolak gagasan tersebut. Alasannya Badak adalah icon Banten-icon Pandeglang. Reaksi ini menandakan betapa masyarakat Banten begitu cinta dan bangga akan Badak Cula Satu yang hanya ada di Ujung Kulon. Akan tetapi rasa bangga dan sikap menolak wacana pemindahan saja tidak cukup untuk melindunginya dari kepunahan. Rasa bangga dan cinta tadi akan sangat bermanfaat bagi badak itu sendiri manakala ditunjukkan dengan adanya langkah konkret yang dilakukan.

Terlepas dari persoalan di atas, penulis justru ingin fokus pada konservasi Badak Sunda di Ujung Kulon itu sendiri. Apa yang sudah dan akan kita lakukan untuk melindunginya di habitat aslinya itu? Alasan adanya ancaman gempa tektonik yang dapat mengakibatkan tsunami atau anak gunung Krakatau meletus, siapa yang tahu akan bencana itu? Alasan banyaknya pohon langkap yang memunahkan rumput pakan badak, mengapa tidak ditebangi langkap itu? Apa yang sudah BTNUK & WWF lakukan mengantisipasi dominasi langkap di TNUK?

Disebutkan pula bahwa keberadaan banteng saat ini sudah over-population yang menguasai pakan badak, mengapa tidak si banteng saja yang kita pindahkan? Atau dalam gagasan nyeleneh melokalisirnya di suatu areal tertentu yang kemudian dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendongkrak dunia pariwisata melalui “Berburu Banteng Ujung Kulon” secara terbatas?.

Disadari atau tidak, yang terlupakan dan menjadi ancaman besar lainnya, hemat penulis adalah konflik yang selama ini terjadi antara masyarakat di sekitar (buffer zone) kawasan TNUK dengan aparat Polisi Hutan (Polhut) dari pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK). Ini justru yang menjadi ancaman utama yang harus segera dicarikan jalan penyelesaiannya.

Caranya yang penulis tawarkan adalah dengan melakukan resolusi konflik melalui pendekatan budaya, (bukan pendekatan kelembagaan atau scientific - yang orang awam justru tidak faham sama sekali, apalagi pendekatan represif). Melalui pendekatan ini tentu tidak bisa dilakukan hanya oleh salah satu pihak, BTNUK saja misalnya. Bagaimana konsep konservasi badak bisa dilaksanakan sebagaimana harapan, disinilah kesadaran seluruh stake holders untuk menggunakan pola kolaborasi. Stake holders dimaksud menurut Prof. Hadi Alikodra dari IPB adalah pemerintah pusat melalui otoritas yang diberikan kepada BTNUK, pemerintah daerah, masyarakat lokal yang langsung menngunakan sumber daya, masyarakat lokal yang memiliki kepentingan secara tidak langsung dengan sumber daya, individu atau group yang secara legal memiliki kegiatan komersial pemanfaatan sumber daya langsung/pengusaha, mereka yang datang untuk memanfaatkan sumber daya yang sering menyebabkan terjadinya kerusakan, penghasil limbah, suppliers, supporter perguruan tinggi, LSM, konservasionis serta konsumen yang menggunakan souvenir, tokoh masyarakat lokal.

Oleh karenanya dalam konteks ini, kita jangan bermimpi menjadi seorang Superman, lupakan Robinhood dan abaikan hasrat untuk menjadi pahlawan sendiri. Yang harus dilakukan untuk menyelamatkan badak cula satu adalah bentuk konsorsium; bekerja bersama-sama (tidak sekedar bersama-sama bekerja), siapa bisa melakukan apa dan siapa berperan sebagai apa. Toh meski tidak tercatat sebagai seorang syuhada/pahlawan di mata rakyat melalui publikasi media, Malaikat kan tidak tidur apalagi lupa mencatat amal baik kita?!. Wallahu’alam bisshawab.


RI Usul Tempe Punya Standar Internasional





Indonesia mengusulkan agar tempe memiliki standar yang diatur dalam Codex atau Codex Alimentarius Commission (CAC). Codex merupakan wadah bersama antara lembaga pangan dunia (FAO) dan lembaga kesehatan dunia (WHO).

"Tempe itu harus distandarkan, kalau tempe itu dari kedele," jelas Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (25/11/2010).



Hal ini setidaknya disampaikan perwakilan Indonesia dalam forum sidang Codex Komite Asia yang berlangsung di Bali dari tanggal 22-26 November 2010. Menurut Adhi, usulan Indonesia tersebut sudah masuk dalam tahap usulan tahap 2 di Codex yang akan dibahas.

Ia menjelaskan alasan Indonesia mengusulkan hal tersebut karena selama ini banyak negara yang mengklaim produk tempe namun bahan bakunya bermacam-macam seperti dari kacang konro, lupin dan lain-lain.

Selain itu, dengan tempe distandarkan internasional maka nantinya akan mudah bagi komoditas tempe di pasarkan di dunia internasional karena sudah memiliki standar baku. Hal ini juga untuk menghindari perdebatan banyak negara jika tempe sudah menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas di internasional.

"Negara yang baru komentar itu Jepang. Jepang meminta alasan tempe mengapa distandarkan," jelasnya.

Adhi juga mengatakan, berdasarkan pertemuan di Bali beberapa kesepakatan sudah terjadi misalnya soal komoditi sagu yang akan dibuat standarnya di Codex meski saat ini baru masuk tahap 8. Meski sebelumnya beberapa negara seperti Filipina dan Malaysia keberatan, yang pada akhirnya menyetujui.

"Nanti diusulkan dibahas di komite Jenewa. Sidang berikutnya Maret atau April 2011," katanya.

Pertemuan Codex di Bali yang akan berakhir besok, juga masih menyisakan perdebatan soal apakah sambal masuk dalam Codex. Selain itu, usulan keju masuk Codex pun akhirnya dihentikan karena setiap negara memiliki cara tersendiri dalam membuat keju.

"Yang belum sepakat itu sambal, India meminta dimasukan, disana sambal dimasukan buah-buahan kering. Kayaknya kalau sambal susah, dan keju didrop," katanya.

diposkan oleh : culasatu

Jembatan Selat Sunda Bisa Kalahkan Golden Gate AS

Pemerintah bermimpi Jembatan Selat Sunda (JSS) bisa menjadi ikon dan kebanggaan Indonesia. Keberadaan Jembatan yang menghubungkan Jawa-Sumatera ini bisa melebihi ikon Golden Gate Bridge di San Francisco, Amerika Serikat atau Sydney Harbour Bridge di Australia.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak meyakini JSS bisa menjadi kebanggaan karena dibangun pada masa kini. Beda dibanding kedua jembatan yang dibangun pada awal abad ke 19.
"Dunia saat ini sedang melihat ini, karena Jembatan Selat Sunda termasuk terpanjang di dunia, beda dengan Golden Gate Bridge dan Sydney Harbour Bridge," kata Hermanto di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat 26 November 2010.

Dunia juga memperhatikan JSS karena jembatan ini merupakan salah satu jembatan suspensi yang akan melewati palung dengan dalam 150 meter. "Sehingga kita harus yakin, JSS bisa dibangun dengan teknologi terkini," katanya.

Hermanto menceritakan bahwa saat ini proses pembangunan Jembatan Selat Sundah tengah dalam tataran konsep apa yang harus diteliti dalam studi kelayakan. "Jembatan ini akan dibangun seperti apa?," kata Hermanto. Konsep studi ini dijanjikan selesai tahun ini dan studi lapangan sesungguhnya mulai tahun depan.

Dalam penyusunan konsep ini pemerintah sedang membuat kriteria apa saja yang harus dilakukan di FS (feasibility sudti/studi kelayakan). Setelah itu konsep pra FS akan diberikan kepada konsorsium untuk melaksanakan.

Konsep pra FS, kata Hermanto, sedang dibahas oleh tim nasional dan sekretariat. Mereka adalah tim yang mengidentifikasi bagaimana jembatan akan dibangun, rute persisnya seperti apa, jarak ke Gunung Krakatau berapa jauh, dan melakukan semuanya dilakukan dengan simulasi.

"Diharapkan nanti BUMN dan BUMD juga menjadi mitra swasta dalam membangun jembatan ini," kata Hermanto. Pemerintah berharap dana swasta adalah yang terbesar porsinya sedangkan pemerintah hanya memberikan dukungan.

Tak hanya ikon karena canggih dari sisi teknologi pembuatan, kata Hermanto, Jembatan Selat Sunda juga akan dibuat menarik. Salah satunya bagaimana ide memanfaatkan ombak serta tenaga angin dan panas matahari di Selat Sunda sebagai sumber energi terbarukan. Diharapkan energi terbaharukan itu bisa menjadi landmark khusus untuk membentuk kawasan mandiri energi.

"Kami harap pariwisata bisa tumbuh disana," katanya.

Sumber : www.vivanews.com
diposkan oleh : Culasatu

Diantar Setan

Assalamu alaikum,
Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid. Dia
berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid .ditengah jalan menuju
masjid , pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.Dia bangkit, membersihkan
bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah,
dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid .
Dlm perjalanan kembali ke masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama!
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.

Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju
masjid.Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang pria yg
memegang lampu. Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab
:
"Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya
bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."

Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke
masjid.Saat sampai di masjid , pria pertama bertanya kepada pria yang
membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. Pria kedua
menolak. Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi,
jawabannya sama.

Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.

Pria kedua menjawab Aku adalah Setan

Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.

Setan kemudian menjelaskan,

'Saya melihat kamu berjalan ke masjid ,

dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah,
membersihkan badan dan kembali ke masjid , Allah memaafkan semua
dosa2mu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak
membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap
memutuskan kembali masjid . Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2
seluruh anggota keluargamu.
Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,
jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu,
jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasj id dgn selamat..'

Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap
aksinya.

Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu
tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan

dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat
baik tersebut. Wallahu a'lam..
Wassalam. "Sebarkan walau hanya satu ayat"

Sekilas Catatan Manis Tentang Kapolri Bambang Hendarso Danuri

Sumut, selalu dinilai sebagai uji kelayakan awal atau sejenis fit and proper test buat seorang figur untuk meraih jabatan Kapolri. Sumatera Utara juga merupakan salah satu agenda penting untuk menentukan track recordnya apakah sudah memenuhi menjadi orang nomor satu di kepolisian. Bertugas di Sumatera Utara boleh dikatakan pula sebagai tempat untuk menapak karir yang lebih tinggi buat seorang jenderal polisi. Banyak berhasil, buktinya, sederetan nama jenderal yang pernah bertugas di Sumut, berhasil memegang tongkat komando korps Polri mulai dari Anton Soedjarwo, Banurusman, Kunarto, Dibyo Widodo, Roesman Hadi, Chairudin Ismail (Kapolri Sehari), Sutanto dan Bambang Hendarso Danuri.
Harus diakui, peralihan kepemimpinan di Polri merupakan masalah penting dan harus mendapat perhatian serius publik. Peran Polri sangat urgent, mereka sentral dan sehari-hari, terkait tugas pokok dan fungsi mereka menjamin ketertiban, ketentraman dan keamanan lingkungan. Itu sebabnya, untuk figur calon Kapolri selalu dicari yang terbaik dan berkualitas. Sudah tentu harus pula mampu membuat Polri menjadi profesional dan mengayomi masyarakat, serta meningkatkan citra dengan memberantas segala pelanggaran dalam tubuh Polri.
Pengabdian Sutanto menjabat Kapolri, dinilai cukup berhasil hingga masyarakat setuju dan mengharapkan jabatan Sutanto diperpanjang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tugas Sutanto selesai 1 Oktober 2008. Berkaitan hal itu pula Agung Laksono, ketua DPR-RI, minta Presiden SBY memperpanjang masa pensiun Sutanto sampai Pemilu 2009. Sutanto dilihat cukup baik dalam menjalankan tugas memberantas perjudian, memberantas narkoba dan terorisme.
Lagipula UU nomor 2/2002 tentang Polri memberi ruang memperpanjang masa kerja anggota Polri hingga 60 tahun.
Tapi sebaliknya, Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri Kabareskrim Mabes Polri mantan Kapolda Sumut di tahun 2005-2006, diusulkan Presiden menggantikan Jenderal Sutanto. Memang, pengusulan nama Bambang ini sedikit mengejutkan apalagi sebelumnya sudah tersiar kabar bahwa Presiden akan memperpanjang masa tugas Sutanto mantan Kapolda Sumut itu.
TERBAIK
Sebenarnya, selain Bambang, menurut para pengamat masih ada beberapa perwira tinggi Mabes Polri yang berpeluang menjadi Kapolri, antara lain disebut-sebut Wakil Kepala Polri Komjen Makbul Padmanegara, Komjen Pol Iman Haryatna dan Komjen Pol Manggabarani. Tapi, presiden hanya mengusulkan satu nama calon Kapolri ke DPR. Dan, calon itu adalah Bambang Hendarso Danuri.
Mengapa akhirnya Bambang diusulkan? Tentu sudah punya pertimbangan khusus. Yang pasti presiden sudah menerima masukan dari berbagai kalangan termasuk dari Komisi Kepolisian. Soal pengajuan calon tunggal, memang itu adalah hak prerogatif Presiden. Pilihan terhadap Bambang dilakukan tentu setelah dinilai memenuhi syarat dari segi kepangkatan, senioritas, integritas dan pengalaman. Dan tidak ada aturan khusus yang mengharuskan Presiden mengirimkan lebih dari satu sebagai calon Kapolri. Pada pemilihan Kapolri periode sebelumnya, Dai Bachtiar dan Sutanto juga merupakan calon tunggal. Dan, tentu Bambang adik angkatan Sutanto lulusan Akpol 1974 itulah yang dinilai terbaik, maka akhirnya dia yang diusulkan Presiden.
Yang pasti adalah, pengusulan nama calon Kapolri ini dan tidak diperpanjangnya masa tugas Sutanto tentu membuka keran regenerasi di Mabes Polri.
Memang, sempat muncul pro kontra walaupun tidak bernuansa politik. Tapi ada berspekulasi menyebut, terkuak kegelisahan pada bandar judi dan cukong kayu. Maklum, kalau “tiarap” terus mana tahan para bandar dan cukong itu.
Teka-teki pencalonan Kapolri makin tersingkap. Hal ini pengakuan Sutanto ketika dihubungi SIB. Katanya, dia sudah lama melirik Bambang Hendarso Danuri, untuk calon penggantinya sebagai Kapolri. Dia merupakan salah satu nama-nama tebaik di Akpol.
Ia berharap, kinerja kepolisian ke depan dapat lebih meningkat hingga aspirasi masyarakat dapat terpenuhi setelah Polri di bawah kepemimpinan Bambang.
Selain itu kata Sutanto di era reformasi ini berbagai hal yang pelu dilakukan termasuk merubah budaya perilaku kepolisian. Perubahan perilaku kepolisian itu sangat perlu. Pembenahan internal harus lebih ditingkatkan karena, jika polisi menjadi baik maka otomatis masyarakat akan menjadi lebih baik.
Di tubuh Polri, lanjutnya tidak ada istilah “anak mas”.
Maklum, sebagaimana ditulis sejumlah media massa, menyebut Bambang adalah “anak mas” Sutanto. Saat Sutanto Kapolda Jatim, jabatan Bambang adalah Kaditserse Polda Jatim. Di era kepemimpinan Sutanto, Bambang terorbit menjadi Kaditserse Polda Metro Jaya, kemudian menjabat Kapolda Kalsel dan Kapolda Sumut. Tahun 2006, Bambang Hendarso Danuri selanjutnya memangku jabatan Kabareskrim Mabes Polri.
Menurut Sutanto, Polri mempunyai sistem. Polri mencatat nama-nama terbaik, Itu suatu mekanisme. Lalu diamati setiap personil ketika dia bertugas. Diamati mulai dia lulus sekolah hingga jenjang karirnya sudah dipantau. Jadi kalau sudah naik bintang tiga, itu adalah kader-kader yang berprestasi.
“Dari kader-kader inilah dicari yang terbaik dan itulah diusulkan sebagai figur calon Kapolri,” kata Sutanto.
Tanggal 30 September, tugas saya berakhir. Saya pensiun sesuai undang-undang dan kembali sebagai masyarakat, kata Sutanto yang pada hari itu, Sutanto genap berusia 58 tahun. Dan hari itu adalah hari “manis” buatnya, hari ulang tahunnya.
Sebenarnya, pensiun dari kedinasan bukan berarti akhir dari karir Jenderal Sutanto. Boleh dibilang, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1973 ini tersiar issu sudah dibanjiri “tawaran” Calon Presiden (capres), calon wakil presiden (cawapres) atau menteri. Saat ditanyakan menyangkut karirnya ke depan jika pensiun, Sutanto pria kelahiran Comal, Jawa Tengah ini cuma tertawa polos. Ia tidak berkomentar.
Ketika ditanyakan kesan selama dia memangku jabatan Kapolri, Sutanto pria berkumis ini menyebut, Polri terkesan banyak berubah dan sudah mulai terlihat dicintai masyarakat. Konon dulu sosok Polri ditakuti tapi sekarang malah sudah disenangi bahkan sudah dicintai’kan, balik dia bertanya.
PRESTASI BHD
Dua tahun menjabat Kabareskrim, BHD, begitu Bambang kerap dipanggil oleh koleganya banyak melakukan penangkapan terhadap pelaku-pelaku narkoba dan pembalakan liar. Jenderal bintang tiga yang terbilang masih baru ini tak sungkan mengungkap praktek illegal logging termasuk di Ketapang yang berimbas pada penahanan Kapolres-nya dan juga pencopotan Kapolda-nya.
Dan dia pula dianggap menjadi faktor kunci dalam berlanjutnya pengusutan terhadap kasus Munir. Sebelumnya, pengusutan kasus Munir seperti “terhenti” dan Bambang ternyata mampu menyingkapnya kembali ke permukaan dengan mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan. Ini jelas punya nilai-nilai tersendiri di mata presiden khusus di kalangan para politisi. Yang pasti dia ikut menyingkap kasus pembunuhan aktivis HAM Munir dengan terdakwa Pollycarpus BP, disusul penahanan mantan Deputi Intelijen V BIN, Muchdi PR yang juga mantan Danjen Kopassus.
Dalam pembenahan internal, Bambang punya catatan manis, misalnya di Kalsel, dia berhasil menyudahi kiprah koperasi polisi dalam bisnis pertambangan. Ia dikenal anti illegal logging. Dan ini sudah terlihat sewaktu dia jadi Kapolda Kalsel, tanpa ampun, langsung membuat para pelaku pembalakan liar jadi “panas dingin”. Tercatat antara lain salah satu pemain illegal logging yang terkategori “tak tersentuh” bernama Budi Lonto ditangkap. Disusul lagi dengan penahanan seorang pengusaha kayu di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel. Prestasinya makin meningkat lagi dengan berhasilnya dia membersihkan illegal mining dengan menangkap beberapa bupati termasuk seorang kepala dinas terkait penerbitan kuasa pertambangan di Kalsel.
Sikap tegas Bambang ini pula merupakan salah satu dari enam hal yang menjadi komitmennya pada proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ketika dilakukan anggota Komisi III di Gedung DPR/MPR RI.Yang pasti, buat dia tidak ada kompromi untuk judi, korupsi dan illegal logging maupun illegal fishing dan illegal mining. Disusul lagi penegasannya, dia akan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan Sutanto termasuk penegakan hukum, sikap tegas dan tidak pandang bulu. Komitmennya itu pula menuntun dia lolos ke jenjang jabatan Kapolri atau jabatan TriBa1 (sebutan untuk kapolri). Ia menjadi orang nomor satu di Mabes Polri.
Dan Bambang dinyatakan sah sebagai calon Kapolri oleh DPR RI, setelah Agung Laksono, Ketua DPR RI mengetok palu di gedung DPR, Senayan Jakarta.
KACA MATA KUDA
Di Sumut, Bambang adik kandung mantan Panglima Kodam Bukit Barisan, Mayjen TNI (Purn) Tritamtomo ini, terbilang sukses meneruskan kinerja Sutanto dalam urusan pemberantasan judi. Para bandar judi dipaksa terus “tiarap”. Kiprahnya dalam urusan pemberantasan illegal logging juga berhasil meringkus pengusaha Adelin Lis. Setelah penangkapan Adelin Lis, nama Bambang makin dikenal masyarakat Sumut.
Kinerja Bambang memang sedikit agak unik. Sehari bertugas, dia mengeluarkan perintah di antaranya, segenap jajaran Polda Sumut untuk selalu menggunakan “kaca mata kuda”. Tentu hal itu membuat anggota Polri bawahannya sedikit agak terkejut. Padahal maksud Bambang, dalam pelaksanaan tugas khusus dalam menangani kasus sehari-hari untuk tidak melihat ke kiri atau ke kanan. Tapi melihat ke depan tanpa menghiraukan bisik-bisik maupun intervensi yang bersumber dari kiri kanan.
Catatan kecil lainnya, Bambang pada hari pertama masuk kantornya, tamunya pertama adalah dari SIB, “Orang SIB adalah tamu saya pertama,” kata Bambang. Dua jam lebih berbincang-bincang. Dan keakbraban itu terus berlanjut.
Boleh dikatakan, Bambang setahun bertugas, Kamtibmas di Sumut kondusif aman dan terkendali hingga akhir tugasnya di daerah ini. Tidak dapat dipungkiri pula keberhasilan itu juga berkat gebrakan Irawan Dahlan. Ketika itu, Irawan Dahlan menjabat Kapoltabes Medan yang saat ini posisinya masih memegang jabatan Karo Ops di Polda Metro Jaya. Pasangan ini dinilai masyarakat cocok pada saat itu.
MENITI KARIR
Bambang Hendarso Danuri adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1974, lahir di Bogor 10 Oktober 1952. Suami dari Nanny Hariningsih ini berhasil meraih gelar sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus dengan nilai terbaik dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di Jakarta.
Karirnya di kepolisian diawali ketika menjadi Wakasat Sabhara Polresta Bogor Polda Jawa Barat tahun 1975. Kemudian menjabat Kapolres Jayapura (1993) dan selanjutnya menjadi Wakapolwil Bogor Polda Jawa Barat (1994). Tahun 1997, Bambang menjadi Kadit Serse Polda Nusa Tenggara Barat kemudian menjabat Kadit Serse Polda Bali (1999) disusul jabatan Kadit Serse Polda Jawa Timur (2000). Namanya semakin mengorbit setelah menjadi Kadit Serse Polda Metro Jaya. Dari Polda Kalsel, dia menjadi Kapolda Sumut (2005-2006) dan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Ia memperoleh penghargaan antara lain Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Bhakti dan Satya Lencana Ksatria Tamtama.
Sudah tentu tugas utama menunggu di depan mata Bambang Hendarso Danuri yakni mengamankan pelaksanaan Pemilu 2009. Ia telah dilantik oleh Presiden SBY sebagai Kapolri, Selasa 30 September dan Sertijab Kapolri akan dilaksanakan 9 Oktober 2008.




di poskan oleh culasatu
__________________