1_407812392l.jpg

Semoga memberikan Inspirasi Bagi kita.... I like it...

by Culasatu
Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi?"

"Sungguh luar biasa, Pa."
"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah.
"Iya, Pa," jawabnya.
"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.
Si anak menjawab, "Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.

Antara PEMENANG dan PECUNDANG..... mo pilih mana...??

by Culasatu
pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

pemenang selalu punya program;
pecundang selalu punya kambing hitam.

pemenang selalu berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda";
pecundang selalu berkata, "Itu bukan pekerjaan saya";

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, "itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa";
Pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit".

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, "saya salah";
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "itu bukan salah saya".

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu";
Pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan".

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.

Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.

Pemenang menganut filosofi empati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda";
Pecundang menganut filosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".

Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang...
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang ...

Korelasi antara ML dan Ngupil...!! hahaha....

by, culasatu
Diambil dari Milis sebelah.....

Mmm... Ternyata ada juga lo hubungan yang signifikan antara ML (making love) dan Ngupil!!

1. Apa bener ML itu enak banget ?
—- Sensasinya lebih kurang sama waktu kamu ngupil pake jari kamu…

2. Kenapa cewek lebih menikmatinya ?
—- Waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak kan hidung kamu dan bukan pada jari kamu

3. Kenapa cewek benci banget (amit-amit jabang bayi) kalo mereka
diperkosa ?
—– Apa kamu senang kalau ada orang asing ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… (?)

4. Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau ML waktu lagi datang bulan ?
—– Kalo hidung kamu berdarah, apa kamu masih pengen ngupil… (?)

5. Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya. Bener apa nggak sih ?
—– Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, kamu semakin puas apa nggak… (?)

6. Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka ML ?
—— Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan… (?)

7. Tambahin Ndiri deh... !! (Kalo ADA!!)

Kesimpulan :
Buat yg belum menikah, kalo lagi pengen ML tapi ngga ada penyaluran,
mendingan Ngupil aja dulu… hehehe...

KONSERVASI BADAK UJUNG KULON

Rhinoceros Sondaicus (bukan Rhinocerus Javaicus) yang secara harfiah berarti Badak Sunda yang bercula satu dan satu-satunya di dunia yang berada di Ujung Kulon ramai dibicarakan. Banyak pihak menentang keras atas wacana yang dikemukakan pihak World Wide Foundation (WWF) tentang rencana untuk membuat 2nd population/habitat atau habitat kedua di luar Banten. Reaksi ini tentu dapat dimaklumi, mengingat Badak Ujung Kulon selama ini sudah menjadi icon (ciri khas) masyarakat Banten, terlebih lagi bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Konon - sebagaimana diakui pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) - akurasinya belum bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, populasi salah satu jenis hewan langka di dunia itu kini jumlahnya hanya sekitar 64 ekor. Mengingat pihak BTNUK belum memiliki teknologi yang canggih, maka metode yang dipakai untuk mengetahui populasinya dilakukan dengan menghitung jejak langkah kaki berdasarkan ukurannya serta kotorannya saja.

Hal ini memicu banyak pertanyaan publik ; memangnya badak itu masih ada? Jangan-jangan kita hanya meributkan sesuatu yang tidak jelas? Demikian kira-kira diantara pernyataan yang muncul, sebagaimana juga muncul dari ketua Indonesian Tourism Club dalam seminar masa depan pariwisata Banten yang diselenggarakan Litbang Radar Banten (29/8). Disini pihak terkait memang perlu menjelaskan kepada publik secara resmi. Namun untuk megurangi rasa penasaran melalui pertanyaan publik di atas, penulis nyatakan bahwa badak Ujung Kulon masih ada. Salah satu bukti bahwa badak itu masih ada, pada pertengahan Juni yang lalu petugas WWF sempat merekam seekor badak yang sedang berendam di salah satu bibir pantai Ujung Kulon dengan durasi sekitar 4 menit yang diperlihatkan di ajang diskusi konservasi badak di carita pada tanggal 22 Agustus yang lalu.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang terkategorikan sebagai salah satu world heritage site/situs peninggalan dunia, disebut-sebut sebagai kawasan yang kini terancam, khususnya ancaman kepunahan badak yang dalam tradisi lisan Baduy disebut Si Putri itu. WWF menyebutkan beberapa ancaman dimaksud, diantaranya: pertama, bencana alam gempa tektonik yang berpusat di sekitar pulau Panaitan yang memungkinkan melahirkan tsunami serta ancaman letusan anak gunung Krakatau; kedua, banyaknya tanaman langkap (sejenis palem) yang mengakibatkan berkurangnya rumput pakan badak; ketiga, keberadaan banteng yang sudah over population dan menguasai pakan badak; keempat, perubahan iklim, dimana pemanasan global saat ini sudah mencapai 0,8 dari 2o yang menjadi batas toleransi, termasuk perubahan vegetasi.

Sejarah

Di Indonesia, badak Sunda dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Di Sumatera saat itu badak Sunda tersebar di Aceh sampai Lampung. Di Pulau Jawa, pernah tersebar luas di seluruh Jawa, dan kini hanya terdapat di Ujung Kulon, Banten. Pada tahun 1833 masih ditemukan di Wonosobo, 1834 di Nusakambangan, 1866 di Telaga Warna, 1867 di Gunung Slamet, 1870 di Tangkuban Perahu, 1880 di sekitar Gunung Gede Pangrango, 1881 di Gunung Papandayan, 1897 di Gunung Ceremai dan pada tahun 1912 masih dijumpai di sekitar daerah Karawang. Frank pada tahun 1934 telah menembak seekor badak Sunda jantan dari Karangnunggal di Tasikmalaya, sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Menurut catatan merupakan individu terakhir yang dijumpai di luar daerah Ujung Kulon.

Pada tahun 1910 badak Sunda sebagai binatang liar secara resmi telah dilindungi Undang-Undang oleh Pemerintah Hindia Belanda, sehingga pada tahun 1921 berdasarkan rekomendasi dari The Netherlands Indies Society for Protection of Nature, Ujung Kulon oleh pemerintah dinyatakan sebagai Cagar Alam. Keadaan ini masih berlangsung terus sampai status Ujung Kulon diubah menjadi Suaka Margasatwa di bawah pengelolaan Jawatan Kehutanan dan Taman Nasional pada tahun 1982.

Di Ujung Kulon populasi badak pada tahun 1937 ditaksir ada 25 ekor (10 jantan dan 15 betina), dan pada tahun 1955 ada sekitar 30-35 ekor. Pada tahun 1967 di Ujung Kulon pertama kalinya diadakan sensus badak Sunda yang menyebutkan populasinya ada 21-28 ekor. Turun naiknya populasi badak selain adanya kelahiran anak, juga dipengaruhi oleh adanya perburuan. Setelah pengawasan yang ketat terhadap tempat hidup badak, populasi badak Sunda terus meningkat hingga kira-kira 45 ekor pada tahun 1975. Menurut hasil sensus sampai tahun 1989 diperkirakan tinggal 52-62 ekor. Sensus pada Nopember 1999 yang dilaksanakan oleh TNUK dan WWF diperkirakan 47 - 53 ekor.

Badak Sunda mungkin merupakan mamalia besar paling langka di dunia dimana hanya 50 - 60 yang bertahan hidup di seluruh dunia. Terlepas dari segelintir individu di Taman Nasional Cat Tien di Vietnam, keseluruhan populasi di dunia hanya dijumpai di satu lokasi: Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten. Tidak heran hewan ini tercantum sebagai Yang Sangat Terancam dalam IUCN Red List of Threatened Species [Daftar Merah Spesies Yang Terancam dari IUCN]. Perburuan badak bercula-satu ini secara keseluruhan berhenti di tahun 1990-an, tetapi pelanggaran terhadap hak atas hutan dan ekstraksi ilegal di seputar taman menimbulkan ancaman yang berlangsung terus-menerus .

PERTUMBUHAN POPULASI BADAK JAWA DI SEMENANJUNG UJUNG KULON
DARI DATA HASIL SENSUS (1967 - 1993)

Tahun

Minimum

Maksimum

Rata-rata

Sumber

1967

21

28

24.5

Schenkel & Schenkel (1969)

1968

20

29

24.5

idem

1969

22

34

28.0

PPA

1970

-

-

---

tidak ada sensus

1971

33

42

37.5

PPA

1972

40

48

44.0

PPA

1973

38

46

42.0

PPA

1974

41

52

46.5

PPA

1975

45

54

49.5

PPA

1976

44

52

48.0

PPA

1977

44

52

48.0

PPA

1978

47
46

57
55

52.0
50.5

PPA
Amman (1980)

1979

-

-

---

tidak ada sensus

1980

54
57

62
66

58.0
61.5

PPA
Amman (1980)

1981

51
54

77
60

64.0
57.0

PPA
Sadjudin, dkk (1981)

1982

53

59

56.0

PPA

1983

58

69

63.5

PPA

1984

50

54

52.0

Sadjudin & PHPA (1984)

1985





1988

-

-

---

tidak ada referensi

1989

52

62

57.0

Santiapillai, dkk (1989)

1993

35

58

47.0

Griffiths (1993)

Sumber : Strategi Konservasi Badak Indonesia - Dirjen PHPA Dephut RI (1994)

Sensus terakhir dilaksanakan tahun 2003 yang melibatkan 70 personel berasal dari BTNUK, WWF, LSM internasional dan lokal, Lembaga Ekologi Universitas Padjadjaran, dan masyarakat sekitar Desa Ujung Jaya serta Tanjung Jaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah penghitungan jejak transek atau jalur pengamatan bersifat permanen yang berada pada 15 lintasan badak. Melalui metode itu dilakukan pengukuran tapak kaki sehingga dapat diketahui ada tidaknya pertambahan populasi.

Metode transek digabungan dengan hasil pengamatan yang dilakukan tim Rhinoceros Monitoring and Protection Unit (RMPU). Tim permanen ini bertugas mencatat temuan badak, baik secara langsung maupun hanya berupa tanda keberadaannya yang ditunjukkan dengan jejak, kotoran, kubangan, air kencing, dan bekas makanan. Data di BTNUK menunjukkan, trend perkembangbiakan badak Sunda mengalami pertumbuhan turun naik. Puncak populasi tertinggi tercatat pada 1981, 1982 dan 1984 dengan jumlah 63 ekor. Habitat badak Sunda tersebar pada areal seluas 38.543 hektare di kawasan tertutup Semenanjung Ujung Kulon.

Wacana 2nd Population

2nd population (populasi kedua) Badak Ujung Kulon sebenarnya merupakan gagasan yang digulirkan pihak WWF sejak tahun 1995. Yakni gagasan tentang kemungkinan untuk membantu perkembang biakan (penambahan habitat) badak. Dengan cara mengambil sepasang badak pilihan, yang atas dasar kajian ilmiah merupakan bibit unggul.

Pemikiran dimaksud dijabarkan dalam beberapa tahapan diantaranya dengan melakukan kajian untuk memilih/menetapkan habitat yang sesuai; pemilihan individu yang cocok sebagai founder (berdasarkan DNA); proses adaptasi, yakni dilokalisir sebelum dipindahkan; proses pemindahan; dan pemantauan pasca pemindahan. Pemilihan habitat baru ini sendiri terdiri dari 13 ktireria yang ideal. Sedangkan kandidat lokasi yang disebutkan adalah Taman Nasional Gunung Halimun Gunung Salak (TNGHS) seksi Lebak, Taman Nasional Berbak – Westlands International di Jambi dan Rimba Harapan – Birdlife di Jambi. Namun survey yang sudah dilakukan 2 tahun terakhir baru di TNGHS dengan para ilmuwan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sedangkan TN Berbak dan Rimba Harapan baru mengandalkan data sekunder dari Birdlife, rapid assessment.

Pemilihan founder sendiri akan didasarkan pada informasi genetik yang akan membangun kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Columbia University serta memanfaatkan para ahli translokasi dari India dan Nepal. Adapun dalam proses adaptasi, pihak WWF menyebutkan fasilitas semi-captive dan pemantauan kesehatan yang intens serta melihat kemampuan adaptasi/seleksi. Sedangkan dalam proses pemindahan hal yang harus dipersiapkan adalah capture (bius atau perangkap), togging / radio collar serta transportasi dari lokasi ke fasilitas adaptasi dan transportasi dari fasilitas adaptasi ke habitat yang baru. Dalam perencanaan disebutkan juga pemantauan pasca pemindahan, diantaranya protocol pemantauan kesehatan, pemantauan perilaku, rapid response unit di habitat baru, pemantauan home range dan pola makan.

Jika gagasan tadi direalisasikan, bisa dibayangkan betapa banyaknya waktu, biaya, tenaga dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan. Sebab itu belum termasuk bagaimana melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar habitat baru. Pertanyaan yang paling mendasar adalah, siapa yang menjamin bahwa sepasang badak itu akan selamat, aman dan mampu berkembang biak sebagaimana yang diinginkan?

Tentu saja gagasan tersebut diharapkan sesuatu yang tulus dengan niatan menjalankan amanah Tuhan untuk menjadi rahmatan lil’alamin (dalam hal ini menyelematkan Badak dari kepunahan) dan bukan sebagai project oriented.

Solusi Alternatif

Seperti diungkapkan di awal, gagasan WWF langsung mendapat reaksi keras dari masyarakat Banten termasuk pemerintah daerah setempat. Berita ini sempat mewarnai beberapa media cetak dan elektronik. Secara umum semuanya menolak gagasan tersebut. Alasannya Badak adalah icon Banten-icon Pandeglang. Reaksi ini menandakan betapa masyarakat Banten begitu cinta dan bangga akan Badak Cula Satu yang hanya ada di Ujung Kulon. Akan tetapi rasa bangga dan sikap menolak wacana pemindahan saja tidak cukup untuk melindunginya dari kepunahan. Rasa bangga dan cinta tadi akan sangat bermanfaat bagi badak itu sendiri manakala ditunjukkan dengan adanya langkah konkret yang dilakukan.

Terlepas dari persoalan di atas, penulis justru ingin fokus pada konservasi Badak Sunda di Ujung Kulon itu sendiri. Apa yang sudah dan akan kita lakukan untuk melindunginya di habitat aslinya itu? Alasan adanya ancaman gempa tektonik yang dapat mengakibatkan tsunami atau anak gunung Krakatau meletus, siapa yang tahu akan bencana itu? Alasan banyaknya pohon langkap yang memunahkan rumput pakan badak, mengapa tidak ditebangi langkap itu? Apa yang sudah BTNUK & WWF lakukan mengantisipasi dominasi langkap di TNUK?

Disebutkan pula bahwa keberadaan banteng saat ini sudah over-population yang menguasai pakan badak, mengapa tidak si banteng saja yang kita pindahkan? Atau dalam gagasan nyeleneh melokalisirnya di suatu areal tertentu yang kemudian dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendongkrak dunia pariwisata melalui “Berburu Banteng Ujung Kulon” secara terbatas?.

Disadari atau tidak, yang terlupakan dan menjadi ancaman besar lainnya, hemat penulis adalah konflik yang selama ini terjadi antara masyarakat di sekitar (buffer zone) kawasan TNUK dengan aparat Polisi Hutan (Polhut) dari pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK). Ini justru yang menjadi ancaman utama yang harus segera dicarikan jalan penyelesaiannya.

Caranya yang penulis tawarkan adalah dengan melakukan resolusi konflik melalui pendekatan budaya, (bukan pendekatan kelembagaan atau scientific - yang orang awam justru tidak faham sama sekali, apalagi pendekatan represif). Melalui pendekatan ini tentu tidak bisa dilakukan hanya oleh salah satu pihak, BTNUK saja misalnya. Bagaimana konsep konservasi badak bisa dilaksanakan sebagaimana harapan, disinilah kesadaran seluruh stake holders untuk menggunakan pola kolaborasi. Stake holders dimaksud menurut Prof. Hadi Alikodra dari IPB adalah pemerintah pusat melalui otoritas yang diberikan kepada BTNUK, pemerintah daerah, masyarakat lokal yang langsung menngunakan sumber daya, masyarakat lokal yang memiliki kepentingan secara tidak langsung dengan sumber daya, individu atau group yang secara legal memiliki kegiatan komersial pemanfaatan sumber daya langsung/pengusaha, mereka yang datang untuk memanfaatkan sumber daya yang sering menyebabkan terjadinya kerusakan, penghasil limbah, suppliers, supporter perguruan tinggi, LSM, konservasionis serta konsumen yang menggunakan souvenir, tokoh masyarakat lokal.

Oleh karenanya dalam konteks ini, kita jangan bermimpi menjadi seorang Superman, lupakan Robinhood dan abaikan hasrat untuk menjadi pahlawan sendiri. Yang harus dilakukan untuk menyelamatkan badak cula satu adalah bentuk konsorsium; bekerja bersama-sama (tidak sekedar bersama-sama bekerja), siapa bisa melakukan apa dan siapa berperan sebagai apa. Toh meski tidak tercatat sebagai seorang syuhada/pahlawan di mata rakyat melalui publikasi media, Malaikat kan tidak tidur apalagi lupa mencatat amal baik kita?!. Wallahu’alam bisshawab.


RI Usul Tempe Punya Standar Internasional





Indonesia mengusulkan agar tempe memiliki standar yang diatur dalam Codex atau Codex Alimentarius Commission (CAC). Codex merupakan wadah bersama antara lembaga pangan dunia (FAO) dan lembaga kesehatan dunia (WHO).

"Tempe itu harus distandarkan, kalau tempe itu dari kedele," jelas Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (25/11/2010).



Hal ini setidaknya disampaikan perwakilan Indonesia dalam forum sidang Codex Komite Asia yang berlangsung di Bali dari tanggal 22-26 November 2010. Menurut Adhi, usulan Indonesia tersebut sudah masuk dalam tahap usulan tahap 2 di Codex yang akan dibahas.

Ia menjelaskan alasan Indonesia mengusulkan hal tersebut karena selama ini banyak negara yang mengklaim produk tempe namun bahan bakunya bermacam-macam seperti dari kacang konro, lupin dan lain-lain.

Selain itu, dengan tempe distandarkan internasional maka nantinya akan mudah bagi komoditas tempe di pasarkan di dunia internasional karena sudah memiliki standar baku. Hal ini juga untuk menghindari perdebatan banyak negara jika tempe sudah menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas di internasional.

"Negara yang baru komentar itu Jepang. Jepang meminta alasan tempe mengapa distandarkan," jelasnya.

Adhi juga mengatakan, berdasarkan pertemuan di Bali beberapa kesepakatan sudah terjadi misalnya soal komoditi sagu yang akan dibuat standarnya di Codex meski saat ini baru masuk tahap 8. Meski sebelumnya beberapa negara seperti Filipina dan Malaysia keberatan, yang pada akhirnya menyetujui.

"Nanti diusulkan dibahas di komite Jenewa. Sidang berikutnya Maret atau April 2011," katanya.

Pertemuan Codex di Bali yang akan berakhir besok, juga masih menyisakan perdebatan soal apakah sambal masuk dalam Codex. Selain itu, usulan keju masuk Codex pun akhirnya dihentikan karena setiap negara memiliki cara tersendiri dalam membuat keju.

"Yang belum sepakat itu sambal, India meminta dimasukan, disana sambal dimasukan buah-buahan kering. Kayaknya kalau sambal susah, dan keju didrop," katanya.

diposkan oleh : culasatu

Jembatan Selat Sunda Bisa Kalahkan Golden Gate AS

Pemerintah bermimpi Jembatan Selat Sunda (JSS) bisa menjadi ikon dan kebanggaan Indonesia. Keberadaan Jembatan yang menghubungkan Jawa-Sumatera ini bisa melebihi ikon Golden Gate Bridge di San Francisco, Amerika Serikat atau Sydney Harbour Bridge di Australia.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak meyakini JSS bisa menjadi kebanggaan karena dibangun pada masa kini. Beda dibanding kedua jembatan yang dibangun pada awal abad ke 19.
"Dunia saat ini sedang melihat ini, karena Jembatan Selat Sunda termasuk terpanjang di dunia, beda dengan Golden Gate Bridge dan Sydney Harbour Bridge," kata Hermanto di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat 26 November 2010.

Dunia juga memperhatikan JSS karena jembatan ini merupakan salah satu jembatan suspensi yang akan melewati palung dengan dalam 150 meter. "Sehingga kita harus yakin, JSS bisa dibangun dengan teknologi terkini," katanya.

Hermanto menceritakan bahwa saat ini proses pembangunan Jembatan Selat Sundah tengah dalam tataran konsep apa yang harus diteliti dalam studi kelayakan. "Jembatan ini akan dibangun seperti apa?," kata Hermanto. Konsep studi ini dijanjikan selesai tahun ini dan studi lapangan sesungguhnya mulai tahun depan.

Dalam penyusunan konsep ini pemerintah sedang membuat kriteria apa saja yang harus dilakukan di FS (feasibility sudti/studi kelayakan). Setelah itu konsep pra FS akan diberikan kepada konsorsium untuk melaksanakan.

Konsep pra FS, kata Hermanto, sedang dibahas oleh tim nasional dan sekretariat. Mereka adalah tim yang mengidentifikasi bagaimana jembatan akan dibangun, rute persisnya seperti apa, jarak ke Gunung Krakatau berapa jauh, dan melakukan semuanya dilakukan dengan simulasi.

"Diharapkan nanti BUMN dan BUMD juga menjadi mitra swasta dalam membangun jembatan ini," kata Hermanto. Pemerintah berharap dana swasta adalah yang terbesar porsinya sedangkan pemerintah hanya memberikan dukungan.

Tak hanya ikon karena canggih dari sisi teknologi pembuatan, kata Hermanto, Jembatan Selat Sunda juga akan dibuat menarik. Salah satunya bagaimana ide memanfaatkan ombak serta tenaga angin dan panas matahari di Selat Sunda sebagai sumber energi terbarukan. Diharapkan energi terbaharukan itu bisa menjadi landmark khusus untuk membentuk kawasan mandiri energi.

"Kami harap pariwisata bisa tumbuh disana," katanya.

Sumber : www.vivanews.com
diposkan oleh : Culasatu

Diantar Setan

Assalamu alaikum,
Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid. Dia
berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid .ditengah jalan menuju
masjid , pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.Dia bangkit, membersihkan
bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah,
dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid .
Dlm perjalanan kembali ke masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama!
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.

Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju
masjid.Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang pria yg
memegang lampu. Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab
:
"Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya
bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."

Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke
masjid.Saat sampai di masjid , pria pertama bertanya kepada pria yang
membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. Pria kedua
menolak. Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi,
jawabannya sama.

Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.

Pria kedua menjawab Aku adalah Setan

Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.

Setan kemudian menjelaskan,

'Saya melihat kamu berjalan ke masjid ,

dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah,
membersihkan badan dan kembali ke masjid , Allah memaafkan semua
dosa2mu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak
membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap
memutuskan kembali masjid . Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2
seluruh anggota keluargamu.
Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,
jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu,
jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasj id dgn selamat..'

Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap
aksinya.

Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu
tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan

dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat
baik tersebut. Wallahu a'lam..
Wassalam. "Sebarkan walau hanya satu ayat"